Mikir ‘Perang Chip’ antara AS dan Tiongkok itu urusan negara besar doang? Salah besar! Benda kecil sekecil kuku itu (semikonduktor/chip) ada di semua barang kita: HP, laptop, motor, mobil, sampai kulkas.
Sekarang, chip itu lagi jadi rebutan. AS dan sekutunya ‘nge-blok’ Tiongkok, Tiongkok bales ‘nge-blok’ bahan baku. Hasilnya? Rantai pasok global kacau balau. Pabrik di mana-mana kelimpungan nyari barang.
Langsung Ngaruh ke Kantong Kita
Terus ngaruhnya ke kita apa? Ya jelas! Indonesia itu masih full impor chip. Kalau barangnya langka, harga HP baru, laptop, dan motor/mobil baru bisa auto naik. Servis barang elektronik juga bisa jadi susah. Nggak main-main, kan?
Ini warning keras buat Indonesia. Kita nggak bisa selamanya jadi ‘tukang impor’ chip. Pemerintah lagi ngebut narik investasi pabrik chip ke sini. Ini peluang emas buat industri manufaktur kita naik kelas. Semoga nggak wacana doang, ya!
Intisari:
- Perang chip global (AS vs Tiongkok) adalah perebutan semikonduktor.
- Indonesia masih sangat bergantung pada impor chip untuk semua barang elektronik.
- Dampak langsung ke konsumen: potensi kelangkaan barang dan kenaikan harga.
- Ini jadi momentum penting bagi Indonesia untuk membangun industri chip sendiri.

